Temui Jodohmu Di Desa Yang Tertimbun Pasir DI Rusia

Temui Jodohmu Di Desa Yang Tertimbun Pasir DI Rusia

daftarnegarateromantis.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Temui Jodohmu Di Desa Yang Tertimbun Pasir DI Rusia Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Temui Jodohmu Di Desa Yang Tertimbun Pasir DI Rusia

Shoyna adalah nama desa di bagian pesisir utara Rusia, dekat Lingkar Arktik Kutub Utara. Desa yang dihuni ratusan orang ini terlihat seperti gurun pasir, karena tertimbun pasir!
Nama Shonya memang kurang familiar di telinga traveler, sebagai salah satu destinasi di Rusia. Tak ayal, lokasinya ada di bagian utara Rusia dan sulit didatangi. Ada bandara, tapi hanya pesawat carteran yang terbang ke sana. Paling mudah naik kapal laut, tapi itu pun memakan perjalanan berminggu-minggu.

Dilihat di peta, desa ini menghadap Laut Putih, tepatnya di Semenanjung Kanin, kawasan Nenetsia dan dekat sekali dari Lingkar Arktik Kutub Utara. Yang membuat desa ini berbeda dengan desa-desa lain di Rusia adalah, desa tertimbun pasir dengan jumlah yang sangat banyak!Desa Shonya pertama kali dihuni oleh tahun 1930-an. Kala itu, tercatat 1.500 orang Rusia berbondong-bondong ke sana karena lautnya kaya dengan ikan.

Mereka semua datang untuk menjadi nelayan, menangkap ikan. Banyaknya ikan, membuat pertumbuhan desa ini sangat pesat. Penduduknya pun hidup makmur dan sejahtera. Tapi ternyata, cerita bahagia itu tak berlangsung lama.Akibat eksploitasi ikan besar-besaran, tahun 1950 kehidupan ikan di lautnya menipis. Nelayan kesulitan mencari ikan, kalau mau mereka harus lebih masuk ke wilayah Lingkar Arktik Kutub Utara namun terlalu berisiko.

Baca Juga :Riquewihr Desa Terpencil Dan Romantis

Belum selesai, bencana alam pun muncul. Para penduduk Desa Shoyna kaget, sebab bukit-bukit pasir yang tadinya jauh lokasinya tertiup sampai ke desa. Lama kelamaan, pasir-pasir yang tertimbun di desanya semakin banyak sampai menenggelamkan rumah!Usut punya usut, faktor cuaca berupa perusakan lapisan es dan angin barat menjadi penyebabnya. Tak sampai satu tahun, seluruh rumah di desa itu tertimbun pasir. Beberapa orang menyiasatinya dengan terus menutup pintu dan keluar dari jendela yang lokasinya lebih tinggi.

Kini hanya 300 orang yang masih bertahan di desa tersebut. Mereka pun mulai pintar-pintar menangkap ikan dan beralih ke profesi lain menjadi pemburu angsa. Mereka tetap menjalani hidup seperti biasa, walaupun rumah dan jalanan di sana sudah tertimbun pasir.Banyak orang yang menyebut Desa Shoyna bak gurun pasir paling utara Bumi. Di lain sisi, beberapa orang menilai apa yang sudah dilakukan penduduk desa tersebut dengan menangkap ikan besar-besaran dan merusak lautannya, membuat alam marah kemudian menimbunnya dengan pasir.

Related posts